Minggu, 11 Oktober 2009

Johari window


LATAR BELAKANG MASALAH

Komunikasi antar pribadi merupakan aspek yang sangat penting dalam teori komunikasi, oleh sebab itu perlu diadakan studi lebih lanjut tentang cara yang terbaik untuk memanfaatkannya, penulis mencoba menganalisa salah satu teori tentang konsep diri diri yang berkaitan dengan komunikasi antar pribadi untuk menciptakan komunikasi yang lebih baik.
Konsep diri merupakan Faktor yang sangat penting dan menentukan dalam komunikasi antar pribadi. Kunci keberhasilan hidup adalah konsep diri positip. Konsep diri memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang, karena konsep diri dapat dianalogikan sebagai suatu operating system yang menjalankan suatu komputer. Terlepas dari sebaik apapun perangkat keras komputer dan program yang di-install, apabila sistem operasinya tidak baik dan banyak kesalahan maka komputer tidak dapat bekerja dengan maksimal. Hal yang sama berlaku bagi manusia.
Konsep diri adalah sistem operasi yang menjalankan komputer mental, yang mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Konsep diri ini setelah ter-install akan masuk di pikiran bawah sadar dan mempunyai bobot pengaruh sebesar 88% terhadap level kesadaran seseorang dalam suatu saat. Semakin baik konsep diri maka akan semakin mudah seseorang untuk berhasil. Demikian pula sebaliknya.
Kita dapat melihat konsep diri seseorang dari sikap mereka. Konsep diri yang jelek akan mengakibatkan rasa tidak percaya diri, tidak berani mencoba hal-hal baru, tidak berani mencoba hal yang menantang, takut gagal, takut sukses, merasa diri bodoh, rendah diri, merasa diri tidak berharga, merasa tidak layak untuk sukses, pesimis, dan masih banyak perilaku inferior lainnya.
Sebaliknya orang yang konsep dirinya baik akan selalu optimis, berani mencoba hal-hal baru, berani sukses, berani gagal, percaya diri, antusias, merasa diri berharga, berani menetapkan tujuan hidup, bersikap dan berpikir positip, dan dapat menjadi seorang pemimpin yang handal.

PERMASALAHAN

Diatas kita agak banyak membicarakan konsep diri Positif, karena dari konsep diri positif lahir pula pola perilaku komunikasi antar pribadi yang positip pula yakni melakukan persepsi yg lebih cermat dan mengungkapkan petunjuk-petunjuk yang membuat orang-lain menafsirkan kita dengan cermat pula. Komunikan yang berkonsep diri positip adalah Komunikan yg Tembus Pandang1 ( transparent ).
Dengan bersikap Tembus Pandang berarti kita membuka diri, kita menjadi lebih terbuka terhadap pengalaman-pengalaman gagasan-gagasan baru, lebih cenderung menghindari sikap defensif serta lebih cermat dalam memandang dan menilai diri kita sendiri juga orang lain.
Hubungan antara Konsep diri dan membuka diri dapat dijelaskan dengan Johari Window. Dalam Johari Window tingkat keterbukaan dan tingkat kesadaran tentang diri kita.

JOHARI WINDOW ( JENDELA JOHARI )

Joseph Luft dan Harrington Ingham , mengembangkan konsep Johari Window sebagai perwujudan bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain yang digambarkan sebagai sebuah jendela. ‘Jendela’ tersebut terdiri dari matrik 4 sel, masing-masing sel menunjukkan daerah self (diri) baik yang terbuka maupun yang disembunyikan. Keempat sel tersebut adalah daerah publik, daerah buta, daerah tersembunyi, dan daerah yang tidak disadari. Berikut ini disajikan gambar ke 4 sel tersebut. Johari Window

Open area adalah informasi tentang diri kita yang diketahui oleh orang lain seperti nama, jabatan, pangkat, status perkawinan, lulusan mana, dll. Ketika memulai sebuah hubungan, kita akan menginformasikan sesuatu yang ringan tentang diri kita. Makin lama maka informasi tentang diri kita akan terus bertambah secara vertical sehingga mengurangi hidden area. Makin besar open area, makin produktif dan menguntungkan hubungan interpersonal kita.

Hidden area berisi informasi yang kita tahu tentang diri kita tapi tertutup bagi orang lain. Informasi ini meliputi perhatian kita mengenai atasan, pekerjaan, keuangan, keluarga, kesehatan, dll. Dengan tidak berbagi mengenai hidden area, biasanya akan menjadi penghambat dalam berhubungan. Hal ini akan membuat orang lain miskomunikasi tentang kita, yang kalau dalam hubungan kerja akan mengurangi tingkat kepercayaan orang

Blind area yang menentukan bahwa orang lain sadar akan sesuatu tapi kita tidak. Misalnya bagaimana cara mengurangi grogi, bagaimana caranya menghadapi dosen A, dll. Sehingga dengan mendapatkan masukan dari orang lain, blind area akan berkurang. Makin kita memahami kekuatan dan kelemahan diri kita yang diketahui orang lain, maka akan bagus dalam bekerja tim.

Unknown area adalah informasi yang orang lain dan juga kita tidak mengetahuinya. Sampai kita dapat pengalaman tentang sesuatu hal atau orang lain melihat sesuatu akan diri kita bagaimana kita bertingkah laku atau berperasaan. Misalnya ketika pertama kali seneng sama orang lain selain anggota keluarga kita. Kita tidak pernah bisa mengatakan perasaan “cinta”. Jendela ini akan mengecil sehubungan kita tumbuh dewasa, mulai mengembangkan diri atau belajar dari pengalaman

Yang dimaksud dengan daerah publik adalah daerah yang memuat hal-hal yang diketahui oleh dirinya dan orang lain. Daerah buta adalah daerah yang memuat hal-hal yang diketahui oleh orang lain tetapi tidak diketahui oleh dirinya. Dalam berhubungan interpersonal, orang ini lebih memahami orang lain tetapi tidak mampu memahami tentang diri, sehingga orang ini seringkali menyinggung perasaan orang lain dengan tidak sengaja. Daerah tersembunyi adalah daerah yang memuat hal-hal yang diketahui oleh diri sendiri tetapi tidak diketahui oleh orang lain. Dalam daerah ini, orang menyembunyikan/menutup dirinya. Informasi tentang dirinya disimpan rapat-rapat. Daerah yang tidak disadari membuat bagian kepribadian yang direpres dalam ketidaksadaran, yang tidak diketahui baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Namun demikian ketidaksadaran ini kemungkinan bisa muncul.
Oleh karena adanya perbedaan individual, maka besarnya masing-masing daerah pada seseorang berbeda dengan orang lain. Gambaran kepribadian di bawah ini dapat memberikan contoh mengenai daerah-daerah dalam Jendela Johari.

Johari Window

Pengenalan diri dapat dilakukan melalui 2 tahap, tahap yang pertama pengungkapan diri (self-disclosure) dan tahap yang kedua menerima umpan balik ( Feedback ). Tahap pengungkapan diri, orang memperluas daerah C (lihat gambar 2), sedangkan untuk memperluas daerah B dibutuhkan umpan balik dari orang lain (lihat gambar 3). Akhirnya, ia akan mempunyai daerah publik (A) yang semakin luas (lihat gambar 4).

KASUS

Dian, gadis pemalu, ia selalu sulit menjalin pergaulan. Sangat jarang ia dapat menceritakan perasaan, keinginan, dan fikiran-fikiran yang ada pada dirinya. Akibatnya, ia kurang dikenal oleh teman sepergaulannya.

Kemungkinan besar, Dian mempunyai daerah publik (A) yang kecil, sedangkan daerah yang tersembunyi lebih besar (C) atau Siti mempunyai daerah buta yang lebih besar (B), sebab kelebihan yang merupakan aset bagi dirinya tidak disadarinya atau dilihat orang lain.
Semakin luas daerah A dapat dikatakan seseorang mempunyai konsep diri yang positif. Ia telah tahu, baik dalam kuantitas maupun kualitas, kekuatan dan kelemahan dirinya. Orang semakin bebas untuk menentukan langkahnya, topeng-topeng yang dipakainya semakin terkuak dan ditinggalkannya. Ia menjadi pribadi yang matang, percaya diri, tidak takut menghadapi kegagalan, dan siap mengahadapi tantangan.

KESIMPULAN

Setelah seseorang melakukan upaya mengenali kekuatan dan kelemahan diri, orang lain akan menyadari siapa saya? Mengenal diri bukanlah tujuan. Pengenalan diri adalah sebagai wahana (sarana) untuk mencapai tujuan hidup. Oleh karenanya, setelah seseorang dapat menjawab pertanyaan siapa saya? maka pertanyaan selanjutnya adalah saya ingin menjadi siapa? Jawaban atas pertanyaan tersebut tentunya beragam, sesuai dengan peran-peran yang dimainkannya. Manusia memiliki kemampuan untuk mengubah atau mengembangkan diri.

Di Presentasikan oleh Andry Teja

DAFTAR PUSTAKA

Jalaluddin Rakhmat, Psikologi Komunikasi.Cetakan 2004

source : http://meiliemma.wordpress.com/

Rabu, 07 Oktober 2009

Bobby : Wajah Amerika yang Sakit

Yang ingin dikatakan film ini sebetulnya sederhana: Amerika Serikat (AS) pada 1968. Akan tetapi, sutradara Emilio Estevez tak melakukannya dengan sederhana. Ia menabur lebih dari selusin bintang –dari Anthony Hopkins, Demi Moore, Laurence Fishburne, hingga Martin Sheen– untuk menjadi daya tarik film ini. Sayangnya, ia menciptakan setengah selusin jalan cerita (subplot) yang membikin sebagian penonton lumayan terengah-engah.

Meski begitu, Estevez menunjukkan orisinalitasnya, yakni pada bagaimana ia menggambarkan wajah AS pada 1968 itu. Estevez membonceng kisah tragis Robert Francis Kennedy –senator AS yang tewas ditembak tahun itu. Namun, Bobby (2006) sendiri dimulai dengan cerita kematian tokoh kemanusiaan Martin Luther King yang juga mati ditembak.

Ketika King tewas, AS saat itu adalah sebuah negara adidaya yang tengah sakit. Dililit perang Vietnam, AS juga mengalami guncangan besar kebudayaan, euforia demokrasi, dan huru-hara rasialisme. Robert F Kennedy –akrab dipanggil Bobby– muncul sebagai calon presiden AS sekaligus harapan terakhir negeri Paman Sam untuk mengakhiri blunder Richard Nixon.

Syahdan, di jantung kota Los Angeles. Manajer Hotel Ambassador, Paul (William H Macy), dibuat sibuk mempersiapkan perhelatan besar. Sebuah hajatan akbar, dan kelak yang paling bersejarah, bakal berlangsung di ballroom hotel berbintang itu, yakni kampanye senator Robert F Kennedy.

Kemenangan Kennedy di LA disebut-sebut sebagai kunci kemenangan dia di seantero negeri. Kemenangan yang disebut-sebut bakal mengubah wajah AS. Dan, itu dimulai di hotel berbintang Ambassador. Tapi kemudian, sutradara Estevez bergerak metaforis. Ia menjadikan romantika kehidupan di Hotel Ambassador sebagai wajah AS itu sendiri, yakni mikrokosmos bagi pertarungan kelas, ras, drama politik, sekaligus skandal percintaan. Film pun mulai bercabang-cabang bagai ranting pohon.

Kamera lantas menyorot ke dapur hotel. Pada ruangan berbalut cat biru muda ini, konflik ras menemukan wujudnya yang vulgar. Manajer dapur yang rasialis, Timmons (Christian Slater), secara tak adil menugaskan dua koki berdarah Meksiko untuk piket ganda. Jadwal kerja ini mematikan kesempatan keduanya ikut pada pemilihan umum presiden AS.

Paul, manajer hotel, murka. Timmons dituding rasialis dan, lebih dari itu, dituduh tak menyokong pesta demokrasi. Ia dipecat. Tema demokrasi menjadi pesan penting drama politik Bobby.

Simaklah ketika seorang reporter asal koran Chekoslovakia, Lenka Janacek (Svetlana Metkina) ditolak mentah-mentah tim kampanye Bobby mewawancarai sang senator lima menit. Alasannya sederhana. Di Cheko tak ada pemilu dan, karenanya, Cheko bagai negara haram bagi AS.

Kemudian muncul kisah pasangan Romeo-Juliet, William (Elijah Wood) dan Diane (Lindsay Lohan), yang baru saja memutuskan menikah di salah satu kamar Hotel Ambassador. Ini bukan pernikahan biasa. Diane tak sekadar ingin dipersunting lelaki pujaannya, tetapi juga ingin melawan negaranya. Lewat pernikahan ini, Diane telah membebaskan William dari wajib militer ke Vietnam.

Kemudian film bergerak pada sosok Miriam (Sharon Stone), kru tata rias hotel. Miriam baru tersadarkan kesetiaannya baru saja disobek-sobek Paul, suaminya, yang diketahuinya berselingkuh dengan seorang petugas penerima telepon hotel.

Film lantas beringsut pada kehidupan Virginia Fallon (Demi Moore) yang mengalami kebuntuan hidup. Fallon adalah penyanyi yang kariernya mulai padam, namun ia didapuk menyanyi pada prosesi penyambutan Bobby di hotel itu. Tapi, ia terus menerima rongrongan dari suaminya, Tim (Emilio Estevez), yang berujung kehampaan hidup.

Secara sepintas, diceritakan pula tentang kehidupan pensiunan John Casey (Anthony Hopkins), seorang mantan pekerja Ambassador, yang kini menghabiskan waktunya bermain catur di lobi hotel tersebut. Mereka menunggu Bobby tiba di hotel ini, berpidato, dan kelak membawa perubahan bagi AS dan mereka.

Dua orang tim kampanye Bobby, Cooper (Shia LaBeouf) dan Jimmy (Brian Geraghty), adalah sosok pemuda idealis yang percaya demokrasi dan Amerika yang berubah. Lucunya, keduanya malah jatuh teler akibat obat bius menjelang Kennedy tiba di hotel itu.

Satu-satunya wajah yang tak muram adalah kehidupan pasangan Jack (Martin Sheen) dan Samantha (Helen Hunt). Mereka adalah salah satu penyokong dana kampanye Robert F Kennedy yang sukses mengatasi kegalauan hidup AS pada 1968 dengan kembali pada diri sendiri.

Begitulah Estevez. Ia membuat kita bagai keluar masuk partisi-partisi. Ada lebih dari setengah lusin subplot berseliweran dalam film berdurasi 111 menit ini. Penonton, yang kurang biasa menikmati penyajian kontemporer ini, akan sedikit terganggu. Namun, taburan para bintang membikin film ini seperti karnaval yang ramai. Dan, dialog-dialog yang menghanyutkan cukup membikin kita sabar menunggu, menunggu, dan menunggu ujung cerita film ini.

Hingga akhirnya ke-24 tokoh fiksi itu berjumpa pada satu muara, yakni ballroom Hotel Ambassador. Di situlah Bobby Kennedy menyampaikan pidato kampanyenya yang inspiratif. Beberapa menit kemudian ia tewas ditembak di dapur hotel tersebut.

Inilah akhir emosional film Bobby: Kematian Bobby yang mengguncang. Perasaan campur aduk pun muncul –antara terkejut dan hambar. Bukan perasaan yang sederhana, seperti halnya plot film ini yang dibuat tak sederhana.

Sumber : www.republika.co.id

Kamis, 01 Oktober 2009

Kaos ku

beberapa kaos distro clothing yang sy beli di FJB Kaskus

Photobucket

Photobucket


Photobucket

Photobucket


Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

akan diupdate, hasil shoopingny di FJB Distro Clothing Kaskus


cheers ..buat yg punya lapak ... maaf, designnya sy posting disini